-Lanjutan-
Membuat buku tentang Bunga Anggrek bukan perkara mudah. Kami kira di taman anggrek itu akan ada nama-nama bunga dan spesiesnya tapi ternyata kami salah. Pertama kami ke Taman Anggrek Ragunan. Di sana berjejer puluhan kavling yang kami kira berisi bunga anggrek semua tapi ternyata tidak dan hanya ada bunga berpot-pot kecil yang tak diberi nama. Bertanya pada penjaga pun mereka tak begitu tahu, yang mereka tahu hanya Anggrek Bulan yang belakangan ini aku tahu nama latinnya adalah Phalaenopsis.
Padahal tadinya aku sudah senang melihat keindahan anggrek-anggrek di sana, sempat padam rasanya semangatku membuat buku anggrek. Namun teknologi kan sudah maju, aku bisa mencari nama-nama bunga ini di internet.
Jadilah kami memotret bunga-bunga indah ini, yang penting fotonya dulu, urusan nama belakangan. begitu pikir kami. Untungnya ada satu kavling bernomor 10 yang mengoleksi dan merawat 3 jenis anggrek, yaitu anggrek bulan, anggrek dendrobium dan anggrek vanda. Walaupun tidak secara spesifik, itu menjadi acuan kami mengenal anggrek pada mulanya. Dari ratusan foto yang telah kami ambil, kami harus menyelekesi lagi sekiranya mana yang bagus dan layak dimasukan ke dalam buku kami.
Selanjutnya Amanda mengumpulkan beberapa foto bunga dari Taman Anggrek Indonesia Permai. Dan kami mulai menyusun buku H-4 pengumpulan, 8 Januari. Pada kerja kelompok pertama di Kost Dian, tidak banyak yang kami kerjakan, karena kendala sinyal modem :/ Sepulang dari kost dian, kami menyempatkan ke toko buku gramedia, melihat-lihat buku anggrek sebagai referensi dan banyak yang kami dapat di sana.
Baru keesokan harinya kami bersungguh-sungguh mengerjakan buku. Aku hanya sampai jam 5 sore ikut kerja kelompok karena malam harinya di rumah akan ada acara. Laptop-ku aku tinggal di rumah teman karena mereka menyusun buku dengan laptop-ku yang sudah tua ini.
Sekitar pukul 10 malam mereka menyudahi kerja kelompoknya, dan kami berencana melanjutkan esok harinya. Sungguh di kejar deadline karena Selasa sudah harus ada di tangan dosen. Malam hari aku melanjutkan mengerjakan di rumah, mengoreksi dan menambahkan yang aku bisa. Besoknya benar-benar harus kerja cepat. Kami selesai mengerjakannya selepas Adzan Maghrib dan langsung ke percetakan. Tentunya tak semudah itu, di percetakan kami kembali menghadapi masalah, file yang sudah aku pindahkan ke flashdisk tak bisa terbaca, untungnya batre laptopku masih tersisa dan bisa aku pindahkan ulang. Kami menunggu lama sekali, namun hasil yang pertama kurang memuaskan, akhirnya kami mencetak satu buku lagi dengan hardcover. Dan baru esok hari Jam 3 sore kami bisa mengambilnya. sungguh waktu yang sangat mepet. Untungnya kami bisa melaluinya :)
Sayang sekali aku tidak sempat mengabadikan buku yang sudah jadi karena langsung dikumpulkan. PANDA Publishing merupakan singkatan dari nama kami, Panji Amanda Nurul Denny Albert. Semoga saja nilai buku kami baik. Amin :')
Membuat buku tentang Bunga Anggrek bukan perkara mudah. Kami kira di taman anggrek itu akan ada nama-nama bunga dan spesiesnya tapi ternyata kami salah. Pertama kami ke Taman Anggrek Ragunan. Di sana berjejer puluhan kavling yang kami kira berisi bunga anggrek semua tapi ternyata tidak dan hanya ada bunga berpot-pot kecil yang tak diberi nama. Bertanya pada penjaga pun mereka tak begitu tahu, yang mereka tahu hanya Anggrek Bulan yang belakangan ini aku tahu nama latinnya adalah Phalaenopsis.
Padahal tadinya aku sudah senang melihat keindahan anggrek-anggrek di sana, sempat padam rasanya semangatku membuat buku anggrek. Namun teknologi kan sudah maju, aku bisa mencari nama-nama bunga ini di internet.
Jadilah kami memotret bunga-bunga indah ini, yang penting fotonya dulu, urusan nama belakangan. begitu pikir kami. Untungnya ada satu kavling bernomor 10 yang mengoleksi dan merawat 3 jenis anggrek, yaitu anggrek bulan, anggrek dendrobium dan anggrek vanda. Walaupun tidak secara spesifik, itu menjadi acuan kami mengenal anggrek pada mulanya. Dari ratusan foto yang telah kami ambil, kami harus menyelekesi lagi sekiranya mana yang bagus dan layak dimasukan ke dalam buku kami.
Selanjutnya Amanda mengumpulkan beberapa foto bunga dari Taman Anggrek Indonesia Permai. Dan kami mulai menyusun buku H-4 pengumpulan, 8 Januari. Pada kerja kelompok pertama di Kost Dian, tidak banyak yang kami kerjakan, karena kendala sinyal modem :/ Sepulang dari kost dian, kami menyempatkan ke toko buku gramedia, melihat-lihat buku anggrek sebagai referensi dan banyak yang kami dapat di sana.
Baru keesokan harinya kami bersungguh-sungguh mengerjakan buku. Aku hanya sampai jam 5 sore ikut kerja kelompok karena malam harinya di rumah akan ada acara. Laptop-ku aku tinggal di rumah teman karena mereka menyusun buku dengan laptop-ku yang sudah tua ini.
Sekitar pukul 10 malam mereka menyudahi kerja kelompoknya, dan kami berencana melanjutkan esok harinya. Sungguh di kejar deadline karena Selasa sudah harus ada di tangan dosen. Malam hari aku melanjutkan mengerjakan di rumah, mengoreksi dan menambahkan yang aku bisa. Besoknya benar-benar harus kerja cepat. Kami selesai mengerjakannya selepas Adzan Maghrib dan langsung ke percetakan. Tentunya tak semudah itu, di percetakan kami kembali menghadapi masalah, file yang sudah aku pindahkan ke flashdisk tak bisa terbaca, untungnya batre laptopku masih tersisa dan bisa aku pindahkan ulang. Kami menunggu lama sekali, namun hasil yang pertama kurang memuaskan, akhirnya kami mencetak satu buku lagi dengan hardcover. Dan baru esok hari Jam 3 sore kami bisa mengambilnya. sungguh waktu yang sangat mepet. Untungnya kami bisa melaluinya :)
![]() |
| Kulit Depan |
![]() |
| Kulit Belakang |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar